Jelajah Tumbak: Pulau Baling-Baling, Ponteng, dan Bohanga

Jelajah Tumbak: Pulau Baling-Baling, Ponteng, dan Bohanga


“Cepat jo, torang mau berangkat ke pulau,” teriak Si Leon, temen couchsourfing di Manado.

“Kemana jo, Bunaken?” teriak saya dengan sok berlogat Manado, biar travel like locals gitu.

“Torang mo ke pulo Tumbak,” jawabnya sambil mengangkat beberapa fin dan snorkel ke dalam mobil.

Nama Pulau Tumbak mungkin masih kalah metereng dari Bunaken, destinasi utama di Manado yang udah gak asing lagi buat traveler domestik atau asing, apalagi yang hobi diving.

Tapi Sulawesi Utara, terutama yang deket-deket Manado, gak cuma Bunaken aja. Masih banyak destinasi pantai, pulau, dan bawah laut di sekitar provinsi ini. Salah satunya Pulau Tumbak.

Pulau Tumbak sendiri sebenernya bukan nama pulau, tapi sebuah kawasan dimana disitu ada kampung nelayan, ada dermaga pelelangan ikan, dan ada perahu-perahu motor tradisional yang bisa disewa menuju pulau-pulau di sekitarnya.

Pulau terdekat dan paling banyak dikunjungi dari kawasan ini adalah Pulau Baling-baling, Pulau Ponteng, dan Pulau Bohanga. Ketiganya ada di sekitar perairan Tumbak dan bisa ditempuk dari satu pulau ke pulau yang lain sekitar 30 menit.

Desa Tumbak sendiri berada di wilayah Kecatamatan Posumaen, Minahasa Tenggara. Untuk menuju kawasan ini, dari kota Manado kita musti menempuh perjalanan tiga jam naik bis umum -dengan musik super kenceng khas sopir-sopir Manado. Kalo musim ujan, siap-siap aja bakal goyang-goyang selama di perjalanan karena banyak material longsor. Usahakan menuju tempat ini di musim kering, sekitar bulan Agustus sampai November.

Sampai di Tumbak, kita bisa titip ransel dan bawaan lain di homestay sekitar pantai. Kalo mau nginap di sini juga bisa, siapin duit sekitar 100 ribu per malam, di luar ongkos makan di warung-warung nelayan dengan aroma ikan bakar menggoda selera.

Penyeberangan dari Tumbak ke Pulau Baling-Baling sekitar 20 menit. Pulau ini identik dengan bukit kecil yang jadi spot narsis, mirip-mirip Pulau Kenawa di Sumbawa. Bukitnya sih gak terlalu tinggi, sekitar 30 meter, tapi wajib hati-hati karena lumayan curam dan licin. Tapi pemandangan dari atas bukit ini emang cakep banget. Instagramable.

Abis dari Pulau Baling-Baling, traveler biasanya menuju Pulau Ponteng. Pulau ini sebelas-dua belas sama Pulau Baling-Baling, cuma lebih luas dan punya bukit yang lebih landai dan tinggi. Buat yang udah gak tahan snorkeling, bisa nyebur di sisi timur dan utara pulau ini. Terumbu karang dan ikan warni-warni khas Sumatera Utara bikin kita betah berlama-lama berendam di sekitar pulau ini.

Tapi sebaiknya jangan terlalu lama di Pulau Ponteng karena masih ada satu pulau yang gak kalah cakepnya, Pulau Bohanga. Yang khas di pulau ini adalah kawasan mangrove dan Tumbak Island Cottage yang dikelola warga Perancis. Kalo kamu suka night dive atau sekedar ingin menikmati sunset dan sunrise dari atas cottage, sebaiknya menginap di sini.

Area bawah laut Pulau Bohanga bener-bener dijaga habitatnya. Tiap ada traveler yang mau nyebur, selalu diwanti-wanti agar tidak menginjak terumbu karang. Dan memang, underwater di sini cakep banget. Didukung banyaknya mangrove, kita bakal sering ketemu sama lionfish, cardinalfish, clownfish, napoleon, angelfish, surgeonfish, unicornfish, morish dan bangsa fish-fish lainnya di sekitar Tumbak Island Cottage ini.

Jadi, gimana Jo? Abis dari Bunaken, jangan buru-buru pulang dulu Jo! Kita main-main ke Pulau Tumbak!

Advertisements

2 thoughts on “Jelajah Tumbak: Pulau Baling-Baling, Ponteng, dan Bohanga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s