Masjid Al-Noor dan Rumah Makan Halal di Hanoi

Masjid Al-Noor dan Rumah Makan Halal di Hanoi


Sebagai traveler Muslim, sangat menyenangkan bisa menemukan satu-satunya Masjid dan rumah makan halal di ibu kota negara yang mayoritas masyarakatnya beragama non-Muslim.

Ibu kota Vietnam, Hanoi, punya segalanya untuk wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari bangunan bersejarah hingga pusat belanja. Salah satu yang membuat saya penasaran di kota ini adalah Masjid dan restoran halal.

Di Vietnam pada umumnya dan Hanoi pada khususnya, Islam adalah minoritas. Karena itu saya sangat maklum tak banyak masjid dan restoran halal di kawasan Old Quarter yang merupakan pusatnya wisatawan, dari kelas koper sampai backpacker.

Satu-satunya masjid di Hanoi adalah Masjid Al-Noor yang lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari terminal bus dan stasiun kereta api Long Bien serta pusat pasar tradisional Dong Xuan. Saya berjalan kaki menuju masjid ini dengan bantuan Google Maps.

Google Maps, guide saya menuju Masjid Al-Noor di Hanoi
Google Maps, guide saya menuju Masjid Al-Noor di Hanoi

Sebagai satu-satunya masjid di ibu kota Vietnam, Masjid Al-Noor menjadi pusat syiar agama Islam di Hanoi. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan kaum muslim ekspatriat, pegawai kantor dan perwakilan kedutaan negara sahabat, termasuk Indonesia.

Sejarah masjid ini tak lepas dari keberadaan pedagang dari kawasan Asia Selatan, seperti Bombai, Karachi (Pakistan), dan Kalkuta sekitar tahun 1930-an. Sementara itu sejarah Islam di Vietnam sendiri telah ada sejak tahun 650 Masehi yaitu masa Kerajaan Campa.

Masjid Al-Noor dikelola pengurus yang merupakan bagian dari Mosque Management Committee, terdiri dari lima perwakilan kedutaan seperti Mesir, Libya, Aljazair, Irak, dan tentu saja Indonesia.

Gerbang utama Masjid Al-Noor dengan tulisan dalam tiga bahasa
Gerbang utama Masjid Al-Noor dengan tulisan dalam tiga bahasa

Kompleks bangunan Masjid Al-Noor sendiri dari luar tampak tidak mirip dengan masjid pada umumnya. Hanya sebuah gerbang putih dengan tulisan nama masjid dalam tiga bahasa, Arab, Inggris, dan Vietnam.

Bangunan dalam masjid tidak terlalu besar. Sebagian besar dinding berwarna putih dengan gaya kolonial Eropa pada pilar-pilarnya. Bagian mimbar masjid tampak begitu sederhana, berbentuk setengah lingkaran khas Asia Tengah.

Masjid ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, baik wisatawan muslim atau non muslim. Kebanyakan jamaah yang datang adalah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Hanoi. Tak heran memang karena tepat di sebelah masjid terdapat satu rumah makan halal Zaynab Restaurant.

Pintu masuk rumah makan halal Zaynab Restaurant
Pintu masuk rumah makan halal Zaynab Restaurant

Awalnya saya ragu untuk masuk ke rumah makan ini karena letaknya yang masuk ke dalam gang di sebelah masjid, tanpa jendela terbuka dan hanya sebuah pintu kaca buram tertutup dengan tulisan “Open 11AM – 8PM”.

Tapi saya langsung yakin untuk masuk ketika seorang pria paruh baya menyapa saya dengan kalimat, “Asalamualaikum, where are you from? Malaysia? Come in to the restaurant,” Ia menyangkan saya dari Malaysia, karena memang kebanyakan wajah Melayu yang ke Vietnam berasal dari Malaysia.

Jangan bayangkan rumah makan ini memiliki puluhan meja dan beberapa karyawan. Ruangan di dalam restoran hanya selebar kira-kira 2,5 meter kali lima meter, dengan empat buah meja makan serta beberapa kursi. Pembeli dilayani seorang pelayan pria yang merupakan warga lokal Vietnam.

Susana di dalam Zaynab Restaurant, sangat kecil untuk disebut 'restoran'
Susana di dalam Zaynab Restaurant, sangat kecil untuk disebut ‘restoran’

Menu makanan di Zaynab Restaurant masih sangat kental nuansa Vietnam-food, seperti spring roll rice noodle dan vietnam ice coffee. Mayoritas makanan menggunakan bahan seafood, chicken, dan sayuran segar khas Vietnam.

Meskipun kecil dan terkesan sangat sederhana, namn menyantap beberapa menu di satu-satunya restoran halal di Hanoi ini cukup mengobati rasa kangen traveler Muslim pada menu halal di ibu kota Vietnam.

Vietname Rice Noodle Springroll dan Vietname Ice Coffee, menu yang saya pesan di Zaynab Restaurant
Vietname Rice Noodle Springroll dan Vietname Ice Coffee, menu yang saya pesan di Zaynab Restaurant

Foto-foto aktivitas di Masjid Al-Noor dari FB Hanoi Masjid.

Interior bangunan Masjid Al Noor, satu-satunya masjid di Hanoi
Interior bangunan Masjid Al Noor, satu-satunya masjid di Hanoi
Suasana di dalam masjid, sangat sederhana
Suasana di dalam masjid, sangat sederhana
Sholat Jumat di Masjid Al Noor, mayoritas jamaah berasal dari negara Jazirah Arab
Sholat Jumat di Masjid Al Noor, mayoritas jamaah berasal dari negara Jazirah Arab
Suasana Sholat Ied tahun 2015 di Masjid Al Noor Hanoi
Suasana Sholat Ied tahun 2015 di Masjid Al Noor Hanoi

Artikel ini juga dimuat di Breaktime.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s